Tuesday, December 30, 2014

Pengertian Singkat Populasi dan Sampel Penilitian


Populasi adalah sekelompok subjek (orang atau benda) yang kepada merekalah temuan penelitian diberlakukan.
Sampel adalah bagian dari populasi yang dari merekalah data dikumpulkan.

 Jenis Populasi
1.Populasi sasaran (target population)
2.Populasi terjangkau (accessible population)
 
Teknik-teknik Penarikan Sampel dari Populasi
1.Penyampelan Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
2.Penyampelan Sistematis (Systematic Sampling)
3.Penyampelan Kluster (Cluster Sampling)
4.Penyampelan Bertingkat (Stratified Sampling)
5.Penyampelan Multijenjang (Multi-stage Sampling)

Simple Random Sampling
Yaitu teknik penarikan sampel yang setiap individu dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel.
Contoh: Ada 1000 subjek dalam populasi dan peneliti akan mengambil 100 subjek sebagai wakil dalam sampel. Ke 100 subjek tersebut dipilih secara acak langsung dari 1000 subjek dalam populasi

Systematic Sampling
Yaitu teknik penarikan sampel yang  pemilihan awal dilakukan secara acak terhadap 1 atau 2 subjek sampel dari jumlah populasi tertentu, selanjutnya penentuan sample dilakukan secara sistematis berdasarkan pemilihan pertama. 
Contoh: Dengan pemilihan 100 sampel dari 1000 populasi berarti 1 sampel mewakili 10 populasi. Dengan systematic sampling 2 subjek, misalnya, dipilih dari 20 populasi pertama. Bila pemilihan jatuh pada subjek ke 6 dan ke 15, misalnya, maka pada setiap 20 populasi berikutnya, subjek ke 6 dan ke 15 otomatis terpilih sebagai sampel.
Yaitu teknik penarikan sampel yang tidak dilakukan pada tingkat individu, melainkan pada tingkat kelompok.
Contoh: 1000 subjek dalam populasi dalam contoh di atas, misalnya, tersebar dalam 40 kelas paralel, yang masing-masing kelas terdiri dari 25 subjek. Pemilihan sampel dilakukan secara acak atas 4 kelas dari 40 kelas yang ada. Begitu 4 kelas tersebut terpilih, semua subjek dalam kelas tersebut dinyatakan sebagai sampel penelitian. 

Stratified Sampling  
         yaitu teknik penarikan sampel yang memperhatikan adanya tingkatan (strata) yang ada dalam populasi.
Model penyampelan ini ada dua jenis:
   1.   Non-proportional Stratified Sampling: yaitu jumlah sampel yang sama dipilih dari masing-masing   tingkatan yang ad
  2.         Proportional Stratified Sampling: yaitu jumlah sampel yang dipilih dari masing-masing tingkatan ditentukan oleh perbandingan jumlah sampel keseluruhan dan jumlah populasi.
b        Contoh: 1000 subjek populasi sebenarnya terdiri dari 3 tingkatan, yaitu  tingkat 1 (250), tingkat 2 (300) dan tingkat 3 (450).
            Bila pemilihan dilakukan secara non-proporsional, maka 33 atau 34 subjek sampel dipilih dari masing-masing tingkatan tersebut.
            Bila pemilihan dilakukan secara proporsional, maka yang dipilih adalah 25 subjek dari tingkat 1, 30 dari tingkat 2, dan 45 dari tingkat 3.


 Multi-stage Sampling 
                yaitu gabungan dari berbagai model penyampelan di atas.


 

0 comments:

Post a Comment