Tuesday, November 7, 2017

HIKAYAT KELAS X SMA



HIKAYAT
1.       PENGERTIAN
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang
disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya.

2.       KARAKTERISTIK/CIRI-CIRI HIKAYAT
Hikayat merupakan sebuah teks narasi yang berbeda dengan narasi lain. Adapun karakteristik/ciri-ciri  hikayat antara lain (a) terdapat kemustahilan dalam cerita, (b) kesaktian tokoh-tokohnya, (c) anonim, (d) istana sentris, dan (e) menggunakan alur berbingkai/cerita berbingkai.
a.       Kemustahilan
Salah satu ciri hikayat adalah kemustahilan dalam teks, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau tidak bisa dinalar.
b.       Kesaktian
Selain kemustahilan, seringkali dapat kita temukan kesaktian para tokoh dalam hikayat.
c.        Anonim
Anonim berarti tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan. Bahkan, dahulu masyarakat mempercayai bahwa cerita yang disampaikan adalah nyata dan tidak ada yang sengaja mengarang.
d.       Istana Sentris
Maksudnya hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan.

3.       NILAI-NILAI DALAM HIKAYAT
Hikayat banyak memiliki nilai kehidupan. Nilai-nilai kehidupan tersebut dapat berupa nilai religius (agama), moral, budaya, sosial, edukasi (pendidikan), dan estetika (keindahan).

4.       UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK DALAM HIKAYAT
a.       Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti: (a) tema, (b) tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan gaya bahasa.
b.       Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik ialah unsur yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri yang menyangkut sosiologi, psikologi, dan lain-lain.

5.       KATA ARKAIS (KUNO)
Hikayat merupakan karya sastra klasik, artinya usia hikayat jauh lebih tua dibandingkan usia Negara Indonesia. Meskipun bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia (berasal dari bahasa Melayu), tidak semua kata dalam hikayat dapat dijumpai dalam bahasa Indonesia sekarang. Kata-kata yang sudah jarang digunakan atau bahkan sudah asing tersebut disebut sebagai kata arkais.


6.       GAYA BAHASA DAN KONJUNGSI
a.       Gaya Bahasa (Majas)
Penggunaan gaya bahasa (majas) dalam hikayat berfungsi untuk membuat cerita lebih menarik jika dibandingkan menggunakan bahasa yang bermakna lugas. Ada beberapa gaya bahasa (majas) yang sering digunakan dalam hikayat yaitu:
1)       Antonomasia
Antonomasia adalah penggunaan sebuah epiteta untuk menggantikan nama diri, gelar resmi, dan jabatan. Contoh: Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
2)       Metafora
Metafora adalah analogi yang membandingkandua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat. Contoh: bunga bangsa, buaya darat, buah hati, cindera mata, dan sebagainya.
3)       Hiperbola
Hiperbola merupakan gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan. Contoh: Kemarahanku sudah menjadi-jadi hingga hampir meledak aku.
4)       Perbandingan atau Simile
Perbandingan atau Simile adalah gaya bahasa (majas) yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya menggunakan kata penghubung atau kata pembanding. Contoh: seperti, laksana, bak dan bagaikan.
b.       Konjungsi (Kata Penghubung)

Konjungsi yang digunakan dalam hikayat menggunakan konjungsi yang menyatakan urutan waktu dan kejadian dalam menceritakan peristiwa atau alur. Contoh: “Pada... Sebelum... Lalu...”, “Ketika... Selanjutnya...”

Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2015. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Wednesday, November 1, 2017

SOAL ULANGAN HARIAN BAB III MENYAMPAIKAN IDE MELALUI ANKDOT

SOAL ULANGAN HARIAN BAB III MENYAMPAIKAN IDE MELALUI ANKDOT
1.      Struktur teks anekdot adalah….
a.          Pernyataan umum-deskripsi bagian
b.         Pernyataan pendapat-argumentasi-penegasan ulang
c.          Orientasi-argumentasi-penutup
d.         Pembuka-isi-penutup
e.          Orientasi-abstraksi-reaksi-koda
2.      Aspek yang harus ada dalam struktur teks anekdot adalah…
a.           abstraksi-orientasi-krisis
b.           abstraksi- krisis-koda
c.           orientasi-krisis-koda
d.          orientasi-krisis-reaksi
e.           krisis-reaksi-koda
3.      Bagian yang menunjukkan situasi awal cerita disebut ….
a.           Abstraksi
b.           Orientasi
c.           Krisis
d.          Reaksi
e.           Koda
4.      Bagian yang menunjukkan konflik cerita disebut….
a.           Abstraksi
b.           Orientasi
c.           Krisis
d.          Reaksi
e.           Koda
5.      Bagian yang menunjukkan tanggapan tokoh terhadap konflik disebut …
a.           Abstraksi
b.           Orientasi
c.           Krisis
d.          Reaksi
e.           Koda
6.      Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…
a.           Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai
b.           “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
c.           Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.
d.          Badailah yang membuatnya ulung
e.           Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
7.      Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…
a.           Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.
b.           “Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.
c.           Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu
kalian foto.
d.          ”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”
e.           Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
8.      Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
a.           1-2-3-4-5-6
b.           2-4-5-3-6-1
c.           2-4-3-5-1-6
d.          1-2-4-5-3-6
e.           3-2-1-4-5-6
9.      Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, reaksi yang menjadi koda adalah …
a.           Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
b.           Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
c.           Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
d.          Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
e.           Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
10.  Bacalah teks di bawah ini!
Seorang ayah mengajari anaknya berenang. “Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak. “Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak”, jawab ayahnya. Sang anak gembira. Setelah beberapa hari latihan renang itu, sang ayah tampak bersedih sementara sang anak tampak gembira. “Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?” tanyanya. “Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak!”
Kalimat manakah yang menunjukkan orientasi?
a.           Seorang ayah mengajari anaknya berenang
b.           Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak.
c.           Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak
d.          Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?
e.           Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak
11.  Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot adalah….
a.          struktur teks orientasi-krisis-reaksi
b.         memiliki pesan moral
c.          memiliki unsur lucu
d.         berbentuk cerita
e.          menggelitik
12.        Yang merupakan unsur-unsur teks anekdot, kecuali....
A.      Judul
B.       Partisipan
C.       Humor
D.      Kritik
E.       Pujian

Soal no.13-15
Dosen yang Juga Menjadi Pejabat
1). Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang :

2). Tono : "Saya heran dosen ilmu politik, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau   
                  berdiri."
3). Udin : "Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton."
4). Tono : "Ya, Udin tahu ngak sebabnya."
5). Udin : "Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri."
6). Tono : "Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat."
7). Udin : "Loh, apa hubungannya?!!"
8). Tono : "Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
9).Udin : "???"


13.  Kalimat yang menunjukkan abstraksi teks “Dosen yang Menjadi Pejabat “adalah…
A. Nomor 1
B. Nomor 2
C. Nomor 3
D. Nomor 4
E. Nomor 5
14. Kalimat yang menunjukkan kodai teks “Dosen yang Menjadi Pejabat “adalah…
A. Nomor 6
B. Nomor 7
C. Nomor 8
D. Nomor 9
E. Nomor 5
15. Kalimat yang menunjukkan krisis teks “Dosen yang Menjadi Pejabat “adalah…
A. Nomor 3
B. Nomor 8
C. Nomor 5
D. Nomor 6
E. Nomor 7

16.  Amati kalimat berikut.
1. bertujuan untuk menghibur pembaca
2. isi ceritanya lucu
3. dapat menyebabkan pembaca/ pendengar tertawa
4. terdapat orientasi/ bagian awal kejadian
5. mengandung sindiran
6. menggunakan kata kerja (aksi)
7. menggunakan kata sambung
8. memiliki koda
9. menggunakan kalimat tanya

yang bukan termasuk persamaan humor dengan anekdot ditandai nomor?
A. Nomor 4 dan 8
B. Nomor 8 dan 9
C. Nomor 9 dan 6
D. Nomor 6 dan 5
E. Nomor 5 dan 8
17. Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...
a. menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata
b. mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila
c. sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis
d. menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut
e. memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan
18.    Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
(1) “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok”, tegas petugas itu. (2) Dengan sigap Azam menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.” (3) Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. (4)Petugas itu hanya terbelalak keheranan. (5)Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Koda yang terdapat pada paragraf di atas adalah...
A.   1
B.   2
C.   3
D.   4
E.    5
19.    Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
(1)      Saat sesi  tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. (2) “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” (3) Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. (4)“Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. (5) Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
Krisis yang terdapat pada teks di atas adalah...
A.   1
B.   2
C.   3
D.   4
E.    5

20. Makna tersirat pada dialog di bawah ini adalah...
Guru   : “Kecil-kecil sudah berani bolos. Mau jadi apa kamu gede nanti?”
Siswa             : “Mau jadi Anggota DPR Pak.”

A. Menyindir kepada anggota PMR yang tidak mau sekolah.
B. Menyindir kepada anggota DPR yang sering bolos dalam bekerja.
C. Menyindir seorang bapak yang selalu menasehati.  
D. Mengkritik anggota DPR yang sering bolos sekolah.
            E. Mengkritik anggota DPR yang tidak memerhatikan pelajar.