Wednesday, November 12, 2014

Macam Paragraf dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pembelajaran bahasa - Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit memberikan pengetahuannya tentang Pengertian paragraf analogi, paragraf akibat sebab, paragraf contoh, paragraf alasan, paragraf perbandingan, paragraf definisi, paragraf deskripsi, paragraf proses, dan paragraf penguraian.

Paragraf Analogi

Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.

Paragraf Akibat Sebab

Paragraf hubungan akibat sebab adalah paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan.

Paragraf Contoh atau Paragraf Ilustrasi

Sesuai dengan sebutannya, paragraf contoh atau paragraf ilustrasi, paragraf jenis ini dikembangkan dengan menggunakan contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi inilah yang memberikan penjelasan akan kebenaran ide atau gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya.
Contoh :
Di singapadu sekarang kita bisa menyaksikan kecak yang dipertunjukan dalam waktu kurang dari satu jam, bahkan bila diperlukan konsumen, pertunjukan bisa lebih singkat lagi. Demikian pula tarian-tarian lainnya dapat kita saksikan dalam bentuk yang condensed. Di pantai-pantai yang terbaik di bagian selatan Bali, terutama di kawasan Sanur, orang banyak yang terkejut dan sedih melihat semakin ciutnya daerah bebas mereka untuk melakukan upacara yang mereka perlukan tanpa harus minta izin terlebih dahulu. Lebih menyedihkan lagi bagi mereka apabila pada suatu saat terpancang papan pengumuman “DILARANG MASUK”. Salam dalam bahasa Inggris “hallo” di Bali sekarang ternyata berkembang menjadi bermacam-macam arti; paling sedikit ada dua arti. Arti yang pertama, salam ramah tamah bisa yang ditujukan pada orang asing, dan yang kedua, “Tuan belilah barang dagangan saya.” Contoh-contoh di atas merupakan gambaran bahwa betapa bergesernya nilai-nilai sosial dan agama di kawasan Bali.

Paragraf Alasan

Perkataan “alasan” bisa diganti dengan “keterangan” sebab pada hakikatnya, alasan itu merupakan keterangan. Paragraf alasan ialah paragraf yang pengembangan ide utamanya memanfaatkan penjelasan yang bermakna alasan. Alasan-alasan inilah yang memperkokoh ide paragraf sehingga kebenaran ide itu dapat diterima pembacanya.
Contoh :
Buat suatu negara yang sedang berkembang, pariwisata tampak merupakan suatu harapan kemungkinan yang menarik. Hal ini disebabkan karena dua modal utama bagi berhasilnya pariwisata, yakni kekhasan tradisi kebudayaan dan pemandangan alam biasanya dimiliki oleh negara-negara ini. Statusnya yang masih ditengah perjalanan dari keadaan  “masyarakat lama” menuju ke keadaan “negara modern” memberi negara berkembang itu warna dan corak yang khas pada serat anyaman dari bahan masyarakatnya. Status “masyarakat lama” yang biasanya menonjolkan kekhasan adat istiadat dan bahasa dari suatu lingkungan pertanian yang pernah ketat masih merupakan ciri yang menarik di sebuah negara berkembang.

Paragraf Perbandingan

Paragraf perbandingan ialah paragraf yang isinya merupakan perbandingan tentang dua hal yang baik yang menyangkut kesamaan maupun perbedaannya. Sebagai teknik pengembangan, perbandingan ini bisa bertujuan menjelaskan satu hal dengan menggunakan hal lain sebagai pembanding, atau menjelaskan kedua hal yang dibandingkan itu sekaligus.
Yang dimaksud masyarakat perkotaan atau urban community adalah masyarakat kota yang tidak tertentu jumlah penduduknya. Tekanan pengertian masyarakat perkotaan juga terletak pada sifat-sifat kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat perbedaan dalam hal perhatian, khususnya terhadap keperluan hidup. Jika masyarakat pedesaan mempunyai perhatian utama dan perhatian khusus terhadap keperluan dasar dari kehidupan, seperti pakaian, makanan, rumah, dan sebagainya, maka masyarakat perkotaan, terhadap hal-hal tersebut mempunyai pandangan yang berbeda.

Paragraf Definisi

Sesuai dengan sebutannya, paragraf definisi merupakan paragraf yang mengembangkan definisi atau pembatasan sebuah istilah. Dalam sebuah paragraf definisi, sebuah istilah mungkin didefinisikan , mungkin pula dibacakan pengertiannya sebagai contoh di bawah ini.
Istilah demokrasi biasanya diterjemahkan dengan kata kedaulatan rakyat. Ungkapan tersebut sering diartikan dengan pemerintahan oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi dalam pengertian ini hanya menggambarkan satu segi dari pengertian demokrasi yang sebenarnya. Pada hakikatnya, demokrasi merupakan sistem mentalitas untuk membina kehidupan bersama dalam masyarakat. Mentalitas yang dimaksud ialah mentalitas dalam pengertian cara berpikir, bersikap dan berbuat.

Paragraf Pemerian atau Deskripsi

Paragraf pemerian adalah paragraf yang menyajikan sejumlah rincian tentang sesuatu yang lebih cenderung pada fakta daripada khayalan. Pemerian ini bisa berupa rincian tentang bentuk, ruang, waktu, peristiwa, atau keadaan. Kadang-kadang urutan pernyataannya tidak ketat. Artinya, urutan pernyataan dalam sebuah paragraf pemerian bisa dirubah, walaupun tidak selamanya.
Desa Ubud yang setiap harinya tertib, hening, senyap, tempat para senimannya menghabiskan sebagian waktunya dengan kerja kreatif, kali ini berubah laksana sebuah akuarium yang kemelut. Tak ada wajah-wajah suram yang memancarkan rasa duka cita. Sesuai dengan kepercayaan masyarakat Bali yang menghendaki agar khalayak melepas sang almarhum menuju nirwana dengan tenang. Yang terlihat hanya warna-warni merah, wajah cerah, serta suara gembira yang gemuruh. Para wanita mengenakan baju kebaya, kain, dan selendang berwarna semarak . Laki-lakinya mengenakan kain samping yang tradisional, yaitu kain petak-petak hitam putih. Putih warna bajunya, putih ikat kepalanya. Matahari agak muram seperti enggan menyengatkan sinarnya.

Paragraf Proses

Seperti halnya paragraf pemerian, paragraf proses pun tergolong jenis paragraf deskriptif. Sesuai dengan namanya, paragraf proses ialah paragraf yang menjelaskan proses terjadinya atau proses bekerjanya sesuatu.urutan langkah dalam melakukan sesuatu pun tergolong paragraf jenis ini.
Setelah sampai di darat , kendurkan semua pakaian korban yang sekiranya menyesakkan dirinya. Bersihkan mulutnya dari pasir atau lumpur, dan lepaskan gigi palsunya (kalau ada). Selanjutnya, telungkupkan badannya, dan berdirilah Anda mengangkanginya. Sambil membungkukan badan ke depan, tempatkan kedua tangan Anda pada perutnya dekat rusuk bawah. Angkatlah perutnya sehingga kepalanya merunduk ke tanah dan air keluar dari mulutnya. Jika pernapasannya berhenti, segeralah beri dia pernapasan buatan. 

Paragraf Penguraian           

Paragraf jenis ini dikembangkan dengan cara menguraikan atau memilah-milah (mengklasifikasi) sesuatu. Dengan pernyataan lain, paragraf penguraian atau pemilahan ialah paragraf yang berisi penjelasan secara terurai atau pemilahan sesuatu secara rinci. Contoh-contoh di bawah ini akan membantu memberikan kejelasan tentang batasan di atas.
Berdasarkan peristiwa politik dan dokumen resmi kenegaraan, dalam perjalanan hidupnya bahasa Indonesia memiliki dua macam kedudukan. Pertama, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional. Kedudukan ini dimilikinya sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Kedua, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa negara. Kedudukan ini dimilikinya sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36.

Pengertian Filsafat, Ilmu, dan Filsafat Ilmu Dari beberapa Tokoh. dan Ruang Lingkupnya.


Pengertian Filsafat, Ilmu, dan Filsafat Ilmu Dari beberapa Tokoh. dan Ruang Lingkupnya. 

Tongsampah


1.     Pengertian FILSAFAT

menurut beberapa tokoh adalah sebagai berikut :
Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.

Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )
Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .
Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.
Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )
Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )
Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )
 Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )
Notonegoro : Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.
Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.
Sidi Gazalba : Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.
Harold H. Titus (1979 ) : (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.
Hasbullah Bakry : Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.

2.     PENGERTIAN ILMU


M. IZUDDIN TAUFIQ
Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya
# THOMAS KUHN
Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya
# Dr. MAURICE BUCAILLE
Ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.
# NS. ASMADI
Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah)
# POESPOPRODJO
Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris

3.     Definisi Filsafat Ilmu

1.        Robert Ackermann
Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingn terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam kerangka ukuran-ukuran yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu demikian bukan suatu cabang yang bebas dari praktek ilmiah senyatanya.
2.        Peter Caws
Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia.
3.        Lewis White Beck
Filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
4.        John Macmurray
Filsafat ilmu terutama bersangkutan dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum, prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu atau yang berasal dari keasyikan dengan ilmu.

4.     Ruang lingkup

Bidang garapan Filsafat Ilmu terutama diarahkan pada komponen‑komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Ontologi ilmu
meliputi apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagai­mana (yang) “Ada” itu (being Sein, het zijn). Paham monisme yang terpecah menjadi idealisme atau spiritualisme, Paham dua­lisme, pluralisme dengan berbagai nuansanya, merupakan paham ontologik yang pada akhimya menentukan pendapat bahkan ke­yakinan kita masing‑masing mengenai apa dan bagaimana (yang) ada sebagaimana manifestasi kebenaran yang kita cari.
Epistemologi ilmu
meliputi sumber, sarana, dan tatacara mengunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). Perbedaan mengenal pilihan landasan ontologik akan dengan sendirinya mengakibatkan perbedaan dalam menentukan sarana yang akan kita pilih. Akal (Verstand), akal budi (Vernunft) pengalaman, atau komunikasi antara akal dan pengalaman, intuisi, merupakan sarana yang dimaksud dalam epistemologik, sehingga dikenal adanya model‑model epistemologik seperti: rasionalisme, empirisme, kritisisme atau rasionalisme kritis, positivisme, feno­menologi dengan berbagai variasinya. Ditunjukkan pula bagai­mana kelebihan dan kelemahan sesuatu model epistemologik be­serta tolok ukurnya bagi pengetahuan (ilmiah) itu seped teori ko­herensi, korespondesi, pragmatis, dan teori intersubjektif.
Akslologi llmu
meliputi nilal‑nilal (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau ke­nyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasansimbolik atau pun fisik‑material. Lebih dari itu nilai‑nilai juga ditunjukkan oleh aksiologi ini sebagai suatu conditio sine qua non yang wajib dipatuhi dalam kegiatan kita, baik dalam melakukan penelitian maupun di dalam menerapkan ilmu.
Dalam perkembangannya Filsafat llmu juga mengarahkan pandangannya pada Strategi Pengembangan ilmu, yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampal pada dimensi ke­budayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau keman­faatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan

Sunday, November 9, 2014

SKRIPSI, THESIS, DISERTASI, APAKAH ITU?





                                   
        Apakah skripsi itu?  Dari mana asal usul tradisi ini?  Mengapa mahasiswa harus menulisnya?  Apa bedanya dengan Thesis dan Disertasi di tingkat pasca sarjana?  Inilah beberapa pertanyaan yang akan dibahas dalam artikel ini.

        Apabila Anda adalah seorang mahasiswa program S-1, kemungkinan besar Anda akan diwajibkan untuk menulis skripsi di akhir program studi Anda.  Skripsi adalah suatu karya tulis yang berbasis penelitian (perpustakaan atau lapangan).  Untuk memahami mengapa mahasiswa program S-1 umumnya diwajibkan untuk menulis skripsi, ada baiknya kita melihat asal usul tradisi ini.

        Di zaman dulu, di abad pertengahan di Eropa sana, seorang pekerja yang ingin menjadi anggota asosiasi pekerja harus membuktikan keahliannya dengan menghasilkan suatu karya, yang disebut masterpiece.  Karya ini kemudian diperiksa oleh para pengurus asosiasi dan, kalau yang bersangkutan dinyatakan lulus, ia diberi gelar Master (ahli) di bidangnya dan diterima menjadi anggota asosiasi.

        Ketika perguruan tinggi didirikan, para pengelolanya mengadopsi praktek itu sebagai syarat bagi seseorang yang ingin memperoleh gelar Master atau Doktor.  Yang bersangkutan harus terlebih dahulu membuktikan diri mampu melaksanakan penelitian ilmiah dengan baik dan benar.  Saat ini, thesis atau disertasi di perguruan tinggi seluruh dunia berfungsi seperti masterpiece para pekerja di zaman abad pertengahan itu, yaitu bukti atas kemampuan atau keahlian mereka untuk melaksanakan tugas tertentu.

        Untuk apa mahasiswa diwajibkan menulis skripsi?  Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan mewajibkan Anda (mahasiswa) menulis skripsi antara lain:
  1. untuk mendorong Anda melakukan penelitian mandiri dan untuk mengembangkan ketrampilan yang diperlukan bagi karir Anda di masa depan.
  2. memberikan suatu cara yang dapat Anda gunakan untuk membuktikan kemampuan Anda melakukan penelitian dengan standar profesional dan mengomunikasikannya secara profesional pula. 
  3. untuk meningkatkan keahlian umum Anda di bidang yang telah Anda pilih.
        Berikut ini adalah pandangan the Australian Vice-Chancellor's Committee's Academic Standards Panel: Economics (Panel Standar Akademik dari Komisi Rektor Australia di bidang Ekonomi) tentang manfaat pokok adanya penulisan skripsi di program S-1 (Honours).  Untuk keperluan penulisan artikel ini, penulis telah melakukan beberapa penyesuaian agar lebih berlaku umum.
  1. Alumni program S-1 (Honours) adalah kelompok elit yang sebagian besar dari mereka akan memasuki dunia kerja profesional yang mandiri.  Dengan demikian, kesempatan untuk melakukan penelitian mandiri dalam jangka waktu yang cukup panjang dengan memperoleh bantuan pembimbing merupakan suatu pemagangan yang mungkin akan bermanfaat bagi studi lanjut dan pekerjaan mereka di masa depan.
  2. Skripsi, karena besar dan kualitas kemandirian pekerjaan yang diperlukan, serta adanya pembimbingan dosen, itulah yang membedakan antara tahun honours 1(tahun ke empat) dengan tahun-tahun sebelumnya.  
  3. Skripsi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memadukan berbagai aspek bidang studi mereka yang , dalam tahun-tahun sebelumnya, telah mereka pelajai sebagai mata kuliah yang terpisah-pisah.
  4. Skripsi merupakan alat penilaian yang amat bagus karena dapat memberikan lingkungan di mana sifat-sifat unggul dari para lulusan kelompok rangking teratas dapat ditunjukkan, yaitu keorisinilan, penguasaan bidang studi dan suatu rasa bagaimana menggunakannya, serta kreatifitas.  Akan jauh lebih sulit untuk mendeteksi adanya sifat-sifat itu melalui ujian atau karya tulis pendek.
  5. Skripsi mengembangkan dan menguji kemampuan mahasiswa untuk mengorganisir dan melaksanakan penelitian yang memerlukan waktu panjang dan menyajikan hasil penelitian yang rumit itu dengan baik.
  6. Skripsi adalah satu-satunya bagian dari tahun honours (tahun ke empat) yang dapat mereka katakan sebagai karya penting mereka sendiri. Mahasiswa cenderung tidak menganggap transkrip nilai matakuliah mereka seperti ini.
Lalu apa bedanya skripsi, thesis dan disertasi?

        Ketiganya mempunyai persamaan yaitu karya tulis berbasis penelitian.  Artinya karya itu merupakan laporan atas penelitian yang telah dilakukan mahasiswa dengan bantuan pembimbing.  Karena merupakan laporan penelitian, maka ketiganya mengikuti format pelaporan yang sama.  Perbedaan ketiga jenis karya itu terletak pada kedalaman, kemanfaatan, tujuAn yang ingin dicapai dengan penugasan itu, dan jenjang pemberian tugas tersebut.
  1. Skripsi dijadikan syarat kelulusan di program S-1 (sarjana) dengan maksud memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dan melaporkannya secara tertulis.  Biasanya, dalam skripsi tidak dituntut adanya sintesis baru atau penemuan baru.
  2. Thesis dijadikan syarat kelulusan di program S-2 (magister) dengan maksud memberikan kesempatak kepda mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat mebuat suatu sintesis baru atau penerapan pengetahuan yang sudah ada, dan melaporkannya secara tertulis.
  3. Disertasi dijadikan syarat kelulusan di program S-3 (doctor) dengan maksud memberikan kesempatan kepda mahasiswa untuk menunjukkana bahwa dia memahami (mengikuti) perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang ilmunya  dan memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu itu melalui penemuan baru yang orisinal yang dilaporkannya secara tertulis.

Catatan: Di beberapa perguruan tinggi di luar negeri, hanya mahasiswa yang mempunyai nilai bagus (ranking atas) sajalah yang boleh mengambil program honours dan menulis skripsi.

Perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi

Skripsi dijadikan syarat kelulusan di program S-1  dengan maksud memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dan melaporkannya secara tertulis.  Biasanya, dalam skripsi tidak dituntut adanya sintesis baru atau penemuan baru.Thesis dijadikan syarat kelulusan di program S-2 dengan maksud memberikan kesempatan kepda mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat mebuat suatu sintesis baru atau penerapan pengetahuan yang sudah ada, dan melaporkannya secara tertulis.Disertasi dijadikan syarat kelulusan di program S-3 dengan maksud memberikan kesempatan kepda mahasiswa untuk menunjukkana bahwa dia memahami (mengikuti) perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang ilmunya  dan memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu itu melalui penemuan baru yang orisinal yang dilaporkannya secara tertulis.
Pada dasarnya skripsi mahasiswa S1 merupakan ajang latihan bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian secara obyektif. Oleh karena baru pertama sekali meneliti maka mahasiswa S1 ini sangat membutuhkan bimbingan dosen agar tidak melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan mereka harus mengulang. Tesis S2 merupakan ajang peningkatan kemampuan mahasiswa dalam meneliti dan diharapkan mahasiswa sudah mampu meneliti dengan bimbingan yang minimal dari dosen. Desertasi S3 merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa S3 dalam meneliti secara mandiri.
Secara sederhana, skripsi itu menjawab apa, tesis menjawab apa dan mengapa, Dan disertasi itu menjawab apa, mengapa dan bagaimana. Contoh tentang penelitian daun katuk dalam menurunkan kolesterol telur. Skripsi hanya menjawab pertanyaan apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur? Tesis itu menjawab dua pertanyaan, yaitu a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur dan; b) mengapa daun katuk menurunkan kolesterol. Disertasi menjawab 3 pertanyaan, yaitu: a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur?; b) mengapa daun katuk menurunkan kolesterol telur? Dan; c) bagaimana cara (mekanisme) daun katuk menurunkan kolesterol telur?
Seringkali dosen pembimbing lupa akan hal tersebut, sehingga sering meminta mahasiswa meneliti lebih dari seharusnya. Apa alasannya? Pertama, mungkin dikarenakan ketidaktahuannya dan pengalamannya sebagai mahasiswa dulu juga seperti itu. Sebagai contoh, dosen pembimbing meminta mahasiswa S1 untuk menjawab selain apa juga mengapa. Kedua, dosen pembimbing sudah tahu hal ini tetapi dikarenakan ia menginginkan data penelitian lebih, maka ia memaksakannya pada mahasiswa bimbingannya. Mungkin sang dosen bermaksud data tersebut akan dipublikasikan dimana ia sebagai penulis utamanya. Mungkin juga dosen mempunyai alasan yang lain.
Apapun alasannya, sesungguhnya dosen tidak dibenarkan untuk memaksa mahasiswa di luar ketentuan atau kesepakatan yang berlaku. Jika menginginkan data yang lebih akurat dan lebih banyak untuk menjawab permasalahan yang ada, maka sebaiknya dosen membuat proposal penelitian sendiri dan mengajukannya ke Dikti atau ke penyandang dana lainnya. Ia harus berkompetisi untuk memperoleh dana penelitian.
Tabel 1.  Perbedaan Umum antara Skripsi, Tesis dan Disertasi
No Aspek Skripsi Tesis Disertasi
1 Jenjang S1 S2 S3 (tertinggi)
2 Permasalahan Dapat diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalam Diangkat dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat  mendalam Diangkat dari kajian teoritik yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
3 Kemandirian penulis 60% peran penulis, 40% pembimbing 80% peran penulis, 20% pembimbing 90% peran penulis, 10% pembimbing
4 Bobot Ilmiah Rendah – sedang Sedang – tinggi.  Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang ada Tinggi, Tertinggi dibidang akademik.   Diwajibkan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
5 Pemaparan Dominan deskriptif Deskriptif dan Analitis Dominan analitis
6 Model Analisis Rendah – sedang Sedang – tinggi Tinggi
7 Jumlah rumusan masalah Sekitar 1-2 Minimal 3 Lebih dari 3
8 Metode / Uji statistik Biasanya  memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1 pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dll Biasanya memakai uji Kualitatif  lanjut  /  regresi ganda, atau korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,  ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEM Sama dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
9 Jenjang Pembimbing/ Penguji Minimal Magister Minimal Doktor dan Magister yang berpengalaman Minimal Profesor dan Doktor  yang berpengalaman
10 Orisinalitas penelitian Bisa replika penelitian orang lain, tempat kasus berbeda Mengutamakan orisinalitas Harus orisinil
11 Penemuan hal-hal yang baru Tidak harus Diutamakan Diharuskan
12 Publikasi hasil penelitian Kampus Internal dan disarankan nasional Minimal Nasional Nasional dan Internasional
13 Jumlah rujukan / daftar pustaka Minimal 20 Minimal 40 Minimal 60
14 Metode / Program statistik yang biasa digunakan Kualitatif / Manual, Excel, SPSS dll Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
Sumber :  Agung Wahyudi Biantoro,  Metode Penelitian Ekonomi Islam, 2009

linguistik aliran praha

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Linguistik merupakan bidang ilmu yang membahas tentang kebahasaan secara umum. Di dalam Al-Qur’an ilmu linguistik lahir bersamaan dengan lahirnya nabi Adam, AS. Ayat yang menjelaskan lahirnya ilmu linguistik pertama kali adalah ayat 31 sampai dengan ayat 33 surat Al-Baqoroh.
Ayat tersebut berbunyi “dan tuhan mengajarkan kepada Adam nama-nama (unsur kebahasaan) seluruhnya, kemudian tuhan menawarkan kepada para malaikat seraya berkata coba jelaskan kepadaku tentang nama-nama (unsur kebahasaan) tersebut jika kamu orang yang benar”(ayat 31). Selanjutnya, “para malaikat menjawab, maha suci engkau, kami tidak memiliki ilmu kecuali apa yang telah engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya engkau maha tahu dan maha bijaksana”(ayat 32). Selanjutnya, “tuhan berkata, wahai Adam, jelaskan kepada mereka tentang nama-nama mereka, kemudian setelah Adam menjelaskan kepada mereka tentang nama-nama mereka maka tuhan berkata bukankah telah aku katakan bahwa aku mengetahui segala kegaiban (pengetahuan) di langit dan di bumi?  Dan aku juga mengetahui apa yang kamu nampakkan dan kamu sembunyikan” (ayat 33).
Berdasarkan ketiga ayat tersebut yang berisi dialog antara tuhan, nabi Adam dan para malaikat mengandung makna bahwa ajaran linguistik telah ada dan berkembang sejak lahirnya nabi Adam. Tuhan mengajarkan nabi Adam tentang nama-nama secara umum dan menyeluruh yang merupakan unsur kebahasaan. Ilmu linguistik inilah yang kemudian menjadi keunggulan nabi Adam dibandingkan dengan para malaikat. Ilmu ini kemudian berkembang seiring dengan berkembangnya kehidupan manusia di muka bumi sampai saat ini.
Dalam bidang ilmu linguistik dikenal berbagai macam aliran linguistik (Zeyacute.Blogspot.com). Macam aliran tersebut diantaranya adalah:
1.      Linguistik tradisional, meliputi linguistik zaman yunani, linguistik zaman romawi, linguistik zaman pertengahan, dan linguistik zaman renaisans.
2.      Linguistik struktural, meliputi aliran Ferdinand De Saussure, aliran praha, aliran glosematik, aliran firthian, dan aliran linguistik sistemik.
3.      Linguistik tagmemik.
4.      Linguistik kasus.
5.      Linguistik transformasi generatif.
6.      Linguistik relasional.
Dari keenam macam aliran linguistik tersebut, kita akan membahas satu macam aliran saja, yaitu aliran linguistik struktural. Aliran ini memiliki lima macam cabang aliran, diantaranya adalah linguistik aliran praha. Linguistik aliran praha inilah yang akan menjadi fokus pembahasan kita.
B. Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, didapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimanakah pengertian linguistik aliran Praha?
2. Bagaimanakah sejarah berdirinya linguistik aliran Praha?
3. Bagaimanakah pandangan teori linguistik aliran Praha?
C. Tujuan Penulisan
          Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana pengertian linguistik aliran Praha.
2. Untuk mengetahui bagaimana sejarah berdirinya linguistik aliran Praha.
3. Untuk mengetahui bagaimana pandangan teori linguistik aliran Praha.

BAB II
PEMBAHASAN
          Bagian ini merupakan bagian inti, yaitu bagian pembahasan. Di sini akan dibahas tiga poin pembahasan dengan tujuan menjawab rumusan masalah. Ketiga poin pembahasan meliputi pengertian aliran praha, sejarah lahirnya aliran praha, dan pandangan-pandangan aliran tersebut.     
A. Pengertian Linguistik Aliran Praha
            Aliran praha merupakan salah satu aliran linguistik. Aliran ini lahir atau didirikan pada tanggal 06 Oktober 1926 oleh para linguis atau ahli bahasa di Cekoslovakia   (Rezqannoorfarid.file.wordpress.com).
Aliran ini dianggap sebagai sambungan terpenting dari strukturalisme yang dikembangkan oleh Karl Buhler.  Karl Buhler meneruskan apa yang telah diajarkan oleh bapak linguistik modern, Ferdinand de Saussure. Aliran ini menerapkan gagasan Ferdinand de Saussure terutama di bidang sistematika bunyi dalam bahasa yang kemudian melahirkan evaluasi terhadap teori fonem. Namun, tidak semua teori Saussure diterima oleh para sarjana aliran ini.
B. Sejarah Berdirinya Linguistik Aliran Praha
          Linguistik aliran praha sebenarnya lahir dan dimulai dari asumsi-asumsi Ferdinand de Sausure yang sangat terkenal di kalangan linguis modern. Dari asumsi-asumsi tersebut beberapa ilmuan bahasa melakukan modifikasi ke dalam bentuk yang berbeda dengan konsep yang lebih matang.
          Aliran praha lahir pada tanggal 6 Oktober 1926 di Cekoslovakia. Aliran ini, yang juga dikenal dengan sebutan Lingkaran Linguistik Praha atau Prazsky Linguisticky Krouzek atau Cercle Lingistique de Prague merupakan aliran yang dipelopori oleh beberapa sarjana bahasa, yakni Bohuslav Havranek, Vilem Mathesius, Jan Rypka, Bohumil Trnka, dan Roman Jakobson. Tokoh-tokoh tersebut melahirkan sebuah karya bersama yang dikenal sebagai Theses presentees au Premier Congres International de Linguistes a la Haye par R. Jakobson, S. Karcesvskij, V. Mathesius avec Ch. Bally et A. Sechehaye (Theopilusdavid.Blogdetik.com).
Karya yang dicetuskan oleh para pendiri aliran praha ini berisi sembilan tesis yang dispesifikasikan menjadi tiga bagian. Dalam tesis pertama lebih menekankan pada pengkajian kembali mengenai masalah metodologi, analisis kronik mengenai fakta kontemporer, metode komparatif, dan hukum tata bahasa. Pada tesis yang kedua The Linguistic Circle of Prague membahas sehubungan dengan aspek bunyi dan kata. Jikalau pada tesis yang kedua dikupas mengenai sistem gramatiknya, pada tesis yang ketiga The Linguistic Circle of Prague membahas tentang fungsi-fungsi bahasa yang berbeda-beda, sejauh fungsi-fungsi tersebut mengakibatkan perubahan dalam struktur gramatikal dan struktur bunyi.
C. Pandangan Teori Linguistik Aliran Praha
          Pandangan linguistik modern berdasarkan pada asumsi-asumsi Ferdinand de Sausure. Secara umum asumsi-asumsi Ferdinand de Sausure terdiri dari enam aspek dikotomi, yaitu dikotomi sinkronik dan diakronik, dikotomi bentuk dan substansi, dikotomi signifian dan signifie, dikotomi langue dan parole, dikotomi individu dan sosial, serta dikotomi sintagmatik dan paradigmatik (Ogel-Blogspot.Blogspot.com).
          Secara garis besar linguistik aliran praha menitik beratkan pada beberapa kajian bahasa sebagai berikut. Pertama, fonologi, yaitu studi mengenai pola bunyi yang memiliki arti fungsional. Kedua, konsep perspektif kalimat secara fungsional, yaitu pendekatan dengan orientasi fungsional terhadap interpretasi linguistik. Ketiga, kajian fungsi estetik bahasa dan peranannya dalam kesusasteraan. Keempat, kajian fungsi bahasa baku dalam masyarakat modern (Samsuri dan Alwasilah dalam Busri, H., 2008:07).
          Adapun pandangan-pandangan beberapa ahli linguistik aliran praha cukup bermacam-macam. Misalnya menurut Karl Buhler bahasa merupakan satu sistem tanda dan sebagai alat untuk menyampaikan perasaan atau pemikiran kita kepada orang lain, baik dengan lisan, tulisan ataupun isyarat. Menurutnya, bahasa ditinjau dan dibagi menjadi tiga aspek, yaitu penutur atau pembicara, penanggap tutur atau lawan bicara dan objek yang menjadi bahan pembicaraan. Contoh: “apakah anda tahu kalau dia pergi ke rumah saya tadi malam?”. Pada kalimat tersebut terdapat kata “anda”, “dia”, dan “saya”. Kata “anda” menunjukkan objek atau bahan pembicaraan, kata “dia” menunjukkan lawan bicara, sedangkan kata “saya” menunjukkan pada pembicara.
          Pandangan kedua adalah pandangan dari ahli linguistik aliran praha yang bernama Nikolai Sergeyevich Trubeckoj. Dia menggunakan pembedaan tiga fungsi bahasa, yaitu fungsi ekspresi dari si pembicara, fungsi appeal pada si pendengar, dan fungsi referensi pada suatu keadaan tertentu atau representasi keadaan. Ketiga fungsi ini merupakan fungsi fonologi.
          Penting untuk dicatat di sini bahwa pada ranah referensi ciri-ciri bunyi dapat dibagi menjadi tiga macam fungsi, yaitu fungsi kulminatif, fungsi deliminatif, dan fungsi distingtif. Fungsi kulminatif merupakan salah satu fungsi bahasa untuk menunjukkan ada berapa unit bunyi dalam suatu kalimat. Fungsi deliminatif bertujuan untuk menandai batas antara unit-unit bunyi. Sedangkan fungsi distingtif bertujuan untuk membedakan unit-unit yang mengandung makna tertentu pada suatu kalimat.
          Pandangan berikutnya yang lahir dalam konsep linguistik aliran praha adalah pendapat salah satu linguis aliran tersebut yang bernama Roman Osipovich Jacobson. Ia berpendapat bahwa bunyi ujaran ditandai dengan memberikan sejumlah parameter pembeda dan mandiri atau semi mandiri. Parameter tersebut dibagi menjadi tiga aspek, yaitu parameter artikulasi tinggi rendahnya kedudukan, parameter artikulasi lidah pada skala depan dan belakang, serta parameter artikulasi kedudukan langit-langit belakang pada vokal dan konsonan berupa nasal dan oral (Busri, H., 2008:9).
          Pandangan lain yang menjadi kajian linguistik aliran praha adalah pandangan dari Vilem Mathesius yang mengatakan bahwa setiap tindakan ujaran tersusun atas dua aspek susunan yang berbeda. Kedua aspek tersebut adalah pola gramatik kalimat dan struktur pembawa informasi dari suatu kalimat. Contoh kalimatnya adalah firman Allah dalam Al-Qur’an yaitu, “dan mereka hidup di dalam goa mereka selama 300 tahun, dan tambahlah olehmu Sembilan” (Q.S Al-Kahfi, 25).
          Ayat ini di dalam beberapa tafsirnya memiliki pesan pembawa informasi tertentu sehingga pola gramatika kalimatnya dibuat sedemikian rupa sehingga menunjukkan pada pesan atau informasi yang diinginkan. Hal ini membuat pembaca atau pendengar memahami objek yang dibicarakan atau topik yang dijadikan bahan pembicaraan. Dari pandangan inilah kemudian lahir konsep tema dan rema atau dalam bahasa arab dikenal dengan mubtada’ dan khobar.
          Contoh tema dan rema dalam bentuk kalimat adalah “Andi kakak saya” dan “kakak saya Andi”. Pada kalimat pertama, Andi menjadi tema sedangkan kakak saya menjadi rema. Adapun pada kalimat kedua, Andi menjadi rema dan kakak saya menjadi tema.
          Pandangan terakhir yang dapat ditelusuri dalam aliran praha adalah pandangan dari Jan Mokarovsky. Ia berpendapat bahwa setiap objek tindakan, termasuk bahasa bisa memiliki fungsi praktisnya. Menurut Hasan Busri fungsi praktis bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Dengan demikian maka fungsi estetik tidak hanya terbatas pada karya sastra saja, tetapi lebih dari pada itu, fungsi estetik tersebut hadir dalam hubungannya dengan objek atau tindakan apapun (Busri, H., 2008:12).    
BAB III
PENUTUP
          Bagian ini berisi kesimpulan tentang masalah-masalah yang telah dibahas dalam pembahasan, berupa pengertian aliran linguistik, sejarah dan pandangan-pandangannya. Selain itu, bagian ini juga berisi saran-saran yang dibuat berdasarkan pembahasan dan kesimpulannya.
A. Kesimpulan
          Berdasarkan pembahasan masalah pada bab II dapat disimpulkan beberapa hal penting sebagai berikut.
1.      Aliran Praha merupakan salah satu aliran linguistik yang pandangannya bermuara pada pandangan Ferdinand de Sausure. Dengan demikian maka aliran ini merupakan pengikut Ferdinand de Sausure. Aliran ini lahir pada 06 oktober 1926 di Cekoslovakia.
2.      Tokoh aliran ini antara lain: Karl Buhler, Villem Mathisius, Prince Nicolai Sergeyevich Trubeckoj, Andre Martinet, Roman Jacobson, Bohuslav Havranek, Jan Rypka, Bohumil Trnka.
3.      Pandangan-pandangan aliran praha terhadap ilmu kajian bahasa atau linguistik adalah pertama, aliran ini memfokuskan pandangannya pada fungsi-fungsi bahasa. Kedua, fungsi bahasa yang dimaksud secara garis besar adalah fonologi, perspektif kalimat, estetik, dan bahasa baku.
B. Saran
          Berdasarkan pembahasan dan kesimpulannya yang telah dipaparkan, maka saran-saran yang perlu diajukan adalah sebagai berikut.
1.      Aliran praha selain memberikan pandangannya terhadap fungsi bahasa dalam kalimat nominal atau dalam bahasa arab disebut jumlah ismiyah, perlu juga memberikan pandangannya tentang fungsi bahasa dalam kalimat verbal atau jumlah fi’liyah.
2.      Mengenai unsur estetik perlu diperjelas bagaimana unsur tersebut dipandang dari segi bentuk kalimatnya atau dari segi makna.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an dan Terjemahannya. Departemen Agama Islam.
Busri, Hasan. 2008. Kajian Bahasa, Pengantar Memahami Hakikat Bahasa. Malang : UIN Maliki.
Ogel-Blogspot.Blogspot.com/2011. Linguistic De Sausure.
Rezqannoorfarid.file.wordpress.com/2012/09. Aliran Praha, Linguistik Fungsional.
Theopilusdavid.Blogdetik.com/2011. Aliran Praha, Teori Ilmu Bahasa Fungsional.
Zeyacute.Blogspot.com/2013. Aliran-aliran dalam Linguistik.